Belum Adanya Kata Sepakat, Ratusan Massa Desa Pusar Blokade Akses Jalan Masuk Menuju PT Semen Baturaja

  • Bagikan
Massa Gempur Yang Memblokade jalan Masuk PT SMBR Menggunakan Kendaraan Roda Empat dan Dua

 

Baturaja, cahayapenanews.com-lantaran belum ditemukannya kata sepakat antara kedua belah pihak yakni PTSMBR dan perwakilan warga pusar yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pusar Bersatu (Gempur) membuat ratusan Massa yang telah siap sejak pagi hari geruduk PT Semen Baturaja Senin (14/3/2022) kemarin sekira pukul 17.00 WIB. Massa yang telah bringas sempat memblokade jalan masuk Perusahaan menggunakan kendaraan Roda empat dan kendaraan roda dua lantaran kesal karena merasa selalu dibohongi oleh pihak PT Semen Baturaja.

Bahkan ratusan Massa Gempur yang telah emmosi sempat ingin meringsek masuk menerobos penjagaan aparat keamanan lantaran pertemuan antara pihak PT SMBR dan perwakilan Gempur hingga sekitar pukul 16.30 tidak adanya kesimpulan antara kedua belah pihak.

Salah satu warga pusar yang tergabung dalam Gempur Peri mengaku sudah menunggu sejak pagi hari di masjid desa setempat. Oleh karena itu mereka merasa telah dipermainkan oleh pihak perusahaan.Selama ini mereka merasa selalu dibohongi dibuai oleh janji janji pihak perusahaan.

Kanan Yudi Peserta Aksi Gempur

Sementata itu Yudi peserta aksi menuntut kiranya ada kejelasan terkait beberapa tuntutan Gempur yakni, prioritas tenaga kerja warga Desa Pusar, dana CSR untuk kesejahteraan masyarakat, ganti rugi rumah yang retak akibat getaran dari ledakan tambang, keringnya Air sumur pemukiman akibat dampak dari tambang ikwari, ungkapnya

Dalam kesempatan itu, Dedi yang juga peserta aksi Gempur menerangkan, Hasil mediasi dengan pihak PT Semen Baturaja tidak ada kesepakatan,‚ÄúDari awal kami merasa telah dibohongi, katanya hari ini akan hadir. Tapi nyatanya Direksi tidak hadir, dua jam mediasi di dalam kantor PT. Semen Tidak ada hasil,” jelasnya.

Sebelumnya massa Gempur yang telah memblokade jalan masuk pabrik akan bertahan dilokasi tersebut hingga ada kesimpulan, akan tetapi setelah Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo,SIK mencoba memberikan pemahaman kepada mereka dan pada akhirnya sekira pukul 17.40 WIB massa bersedia untuk membubarkan diri kembali kerumah masing-masing.

Ditempat terpisah Humas PT Semen Baturaja Gili yang dikonfirmasi media ini melalui WahtsApnya terkait permasalahan antara Gempur dan PT SMBR yang belum ada kesimpulan, hingga berita ini diterbitkan tidak ada komentar.#zen

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.