Sumsel  

Ratusan Aktivis Sumsel Minta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Muara Enim Dapat Diperiksa

PALEMBANG,CAHAYAPENANEWS.COM-Ratusan Aktivis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Aktivis LSM Wartawan dan Mahasiswa Anti Kekerasan dan Premanisnme Sumsel meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kiranya dapat segera memeriksa dan mengevaluasi Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Muara Enim terkait telah terjadinya intimidasi yang dilakukan oleh oknum inisial D yang saat itu mengaku sebagai aktivis hingga menyebabkan bubarnya massa aksi saat unjuk rasa di Kejari Muara Enim belum lama ini. Hal itu disampaikan Davinxi saat aksi unjuk rasa didepan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Rabu (3/8/2022).

Menurut Davin, intimidasi yang dilakukan oleh oknum tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan Kasi Intelijen Kabupaten Muara Enim lantaran sebelum melangkah kearah massa yang berunjuk rasa, terlihat jelas dalam rekaman Vidio ada bahasa tubuh inisial D kepada Kasi Intelijen.

Sementara itu gabungan aktivis Sumsel dalam tuntutan nya meminta kepada aparat Kepolisian kiranya dapat menangkap dan memenjarakan para oknum yang  melakukan tindakan premanisme hingga menyebabkan bubar nya aksi unjuk rasa. Kemudian mereka juga meminta kepada aparat untuk segera menangkap dan meneriksa Oknum yang berinisial D yang diduga kuat telah mengintimidasi kawan Aktivis saat melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Muara Enim, Serta Pecat Kepala Kejari Kabupaten Muara Enim yang diduga sebagai Otak dari
Intimidasi tersebut.

Kemudian Forum Solidaritas LSM Wartawan dan Mahasiswa Anti Kekerasan dan Premanisme mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk segera mengintruksikan Jajaran di bawahnya agar dapat menangkap Oknum yang membubarkan aksi Unjuk Rasa di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota
Palembang yang berinisial (F) dan di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Muara Enim yan berinisial (D)

Selanjutnya Meminta pula kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk menangkap semua Premanisme yang ada di Instansi Pemerintah dan perusahaan di Provinsi Sumatera Selatan yang diduga selalu menghalangi tugas
Kontrol Sosial Aktivis, LSM, Ormas, Wartawan, dan Mahasiswa.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.