Panglima TNI : Australi Sudah Berlatih Lebih Dari 15 Tahun Secara Bilateral

BATURAJA, CAHAYAPENANEWS.COM – Panglima TNI Jendral Andika Perkasa Didampingi Panglima Komando Indo Pasifik Admiral Jhon C. Aquilino mengatakan, Australia sudah berlatih lebih dari lima belas tahun secara Bilateral, Setiap tahun nya Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pernyataan tersebut dikatakan Panglima TNI saat konferensi Pers usai meninjau Pelaksanaan Latihan Puncak (Combined Arms Life Fire Exercise / Latihan Tembakan Munisi Tajam Terintegrasi Antar Kecabangan) Super Garuda Shield bertempat di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklad Baturaja Sumateta Selatan Jum’at (12/08/2022).

Panglima TNI Didampingi Ibu Heti Andika Perkasa Saat Meninjau Latihan Puncak Calfex Super Garuda Shield

Menurut Andika. ” Baru satu setengah bulan yang lalu kita menggelar yang angkatan udaranya, dan latihan bilateral dengan Australi dilakukan juga di Indonesia dan di Australi juga. Jadi, kalau sekarang kita mengundang Australi untuk ikut dalam latihan yang tadinya bilateral menjadi multinasional atau multilateral. Ini sebetulnya bukan satu kejutan, tapi memang menabah kompleksitas, karena koordinasi bukan hanya kesenjataan infanteri, bagaimana koordinasi tentang bantuan tembakan dari kesenjataan lain Arteleri Penerbang Angkatan Darat, akan tetapi juga bagaiman dengan kompi infanteri dari kesatuan lain. Nah, ini yang merupakan nilai tambah yang bisa kita dapatkan dari latihan kali ini, ” papar Panglima TNI.

Andika menambahkan, latihan kali ini adalah merupakan yang ke- 16, dan latihan tahun ini sudah direncanakan sejak setahun yang lalu.

” Ditahun lalu belum kelihatan ada apa-apa seperti tadi yang disampaikan rekan wartawan. Jadi karena apa, secara logistik itu memang cukup berat. Jadi menyiapkan latihan seperti ini butuh waktu setahun. Dan kita semua belajar dari Amerikanya juga belajar karena menyangkut bagaimana mendorong Alutsista yang dibutuhkan, yang kemungkinan ada perbedaan dari tahun lalu, termasuk dari Indonesia, Ostrali dan Singapura yang juga harus mendorong kebutuhan-kebutuhan individu maupun latihan, karena mereka semua akan membayar masing-masing termasuk peluru dan logistiknya, dan itu semua diperlukan waktu dan anggaran,cara bekerjanya pemerintah mungkin juga mirip-mirp, karena apa anggaran tahun ini direncakan dan diputuskan sejak tahun lalu,” ujar Panglima TNI. (Zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.