Terjadi Kemacetan Panjang, Lagi-Lagi Penyebabnya Truk Pengangkut Batubara 

BATURAJA, CAHAYAPENANEWS.COM- Jika pada hari Kamis tanggal 16 Februari 2023 lalu, Fuso Bermuatan batubara mengalami kerusakan patah As roda di Jembatan Ogan 2 Kabupaten OKU. Lagi-lagi Sabtu (18/02/24) Jum’at malam, truk pengangkut Batubara dari Kabupaten Muara Enim tujuan lampung mengalami kecelakaan patah as roda di Jalan lintas Sumatera tepatnya di Tanjakan Tebing Kumbang Desa Gunung Kuripan Kecamatan Pengandonan Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan hingga menimbulkan kemacetan panjang.

Aiptu Andi Hendrianto Kanit Turjawali Satlantas Polres OKU Didampingi Babinsa Pengandonan

Untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polres OKU dibantu Personil Polsek Pengandonan memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.

Truk Pengangkut Batubara Patah As Roda di Jembatan Ogan 2 Beberapa Hari Lalu

Menurut Yanto warga Ulu Ogan, penyebab kecelakaan dikarenakan Mobil yang membawa Batubara mengaami patah as roda lantaran diduga tidak mampu menahan beban muatan yang berkebihan. Ditambah lagi kondisi jalan yang berlobang yang semakin hari bertambah rusak parah akibat padatnya mobilisasi Batubara.

“Ada tiga titik kemacetan, sepeti di Gunung Kuripan kecamatan Pengandonan, Simpang Imam Kecamatan Ulu Ogan serta Simpang Mio kabupaten Muara Enim. Arus lalu lintas dari arah Muara Enim menuju Lampung maupun sebaliknya jadi macet dikarenakan mobil yang mengalami kerusakan patah as roda.Truk batubara ini rusak sejak Jum’at malam membuat arus lalu lintas menjadi macet,” ujarnya.

Permasalahan truk pengangkut batubara seperti tak pernah habis-habisnya. Namun Ajaibnya pemerintah dan aparat berwenang seakan tutup mata hingga tak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Dampak dari truk Angkutan batubara yang bertonase berlebihan tidak hanya merusak jalan Negara, akan tetapi membuat aktivitas masyarakat khususnya pengguna jalan jadi terganggu.

Akibat anggkutan batubara, masyarakat harus terjebak macet belasan jam. Anehnya, kejadian ini seolah tak menjadi masalah bagi Pemerintah dan aparat Terkait. Mereka seolah tutup mata membiarkan saja tanpa melakukan tindakan nyata terhadap pelanggar. Meskipun masyarakat telah melakukan protes berkali-kali dengan melakukan aksi turun ke jalan menolak angkutan batubara melintas di jalan Negara, namun hingga kini belum ada kebijakan konkrit dari pemerintah.(Zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ypn