WARGA KURUP PROTES PENCEMARAN SUNGAI, DESAK PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK 

BATURAJA,CAHAYAPENANEWS.COM-Ratusan warga Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar aksi unjuk rasa di area pabrik PT Karya Inti Tani (KIT), Rabu (19/11/2025). Massa menuntut pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup) agar dapat mengusut dugaan pencemaran Sungai Kurup yang mereka klaim telah mengganggu kebutuhan dasar warga.
Di bawah pendampingan kuasa hukum, Advokat Hari Kurniawan, SH, mereka menyampaikan tuntutan utama, diantaranya, normalisasi alur Sungai Kurup, penghentian produksi bila tuntutan diabaikan, pengembalian hak bongkar muat dan jasa pengamanan kepada SPM Kurup Makmur, serta kewajiban perusahaan merekrut sedikitnya 40 persen tenaga kerja lokal.
Diketahui, keluhan warga menguat sejak air Sungai Kurup berubah warna dan berbau menyengat. Sejumlah warga mengaku mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari baik mandi dan mencuci. Mereka juga menyoroti dugaan adanya pipa pembuangan limbah menuju anak sungai.
Sementara itu, Pihak PT KIT membantah tudingan tersebut dan menyatakan pipa yang dipersoalkan merupakan fasilitas pembuangan milik perumahan, bukan saluran limbah perusahaan.
Aksi massa sempat memanas setelah manajemen perusahaan tak kunjung menemui warga. Polisi kemudian memfasilitasi dialog antara perwakilan masyarakat dan pihak PT KIT. Dalam mediasi itu, manajemen menyebut belum dapat memberikan keputusan final dan meminta dilakukan uji laboratorium serta pemeriksaan lapangan bersama DLH OKU.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun portal ini, pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 27 November 2025 di Kantor Camat Lubuk Batang.
Selain isu pencemaran, warga juga memprotes kemacetan sepanjang hampir dua kilometer yang kerap terjadi akibat antrean panjang truk pengangkut sawit menuju pabrik PT KIT.
Menjelang akhir aksi, massa menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah lebih besar apabila pemerintah dan perusahaan tidak segera menindaklanjuti tuntutan mereka.(zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *