BATURAJA, CAHAYAPENANEWS.COM-Kekecewaan para kades dalam acara HUT OKU di gedung kesenian baturaja yang dinilai ambiradul, baik itu permasalahan tamu undangan yang kebingungan mecari tempat duduk lantaran terkesan tidak adanya Protokoler, ditambah lagi para tamu yang tidak kebagian parsel dan bahkan banyak tamu undangan yang tidak mendapatkan makan siang sehingga menimbulkan cerita yang kurang mengenakan ditengah masyarakat OKU, bahkan kabar yg kurang sedap ini telah beredar luas di grup grup Whatsapp.
Sementara itu, Sekretaris DPRD OKU Iwan Setiawan yang dikonfirmasi portal ini melalui sambungan telpon Kamis (31/7/2025) mengatakan, bahwa HUT OKU ini bukan hanya kegiatan Sekretariat DPRD, akan tetapi ada pembagian pembagian tugas. Nah untuk tamu berkolaborasi antara protokol pemda dan protokol sekwan, akan tetapi protokol sekwan inikan jumlahnya sedikit. Jadi tamu itu, setelah selesai neken buku tamu langsung naik ke ruang atas atau diruang bawah, jadi kalau kita mau naik turun naik turun terus kan tidak mungkin karena banyak yang mau kita urus, itu yang pertama, ungkap Sekwan.
Masih kata Sekwan, yang kedua, kita sama sama memahahami HUT OKU ini milik kita semua, bukan punya Sekwan dan bukan pula punya Pemda termasuk punya kades. Sama seperti kita kondangan ditempat orang hajatan, kalau kita tidak kebagian makan, ya kita pulang makan ditempat lain, kira kira seperti itu, tidak usah pula mau dibesar besarkan nian oi, pinta Sekwan.
Menurut Iwan Setiawan, terkait urusan parsel itu Dinas Koprasi, karena pengurangan dana jadi tidak ada dana makanya banyak terjadi kekurangan parsel, mereka dibantu Bank Bank saja itupun cuma 600. Sedangkan tahun kemarin Dinas Koprasi menyediakan 600 ditambah bantuan bantuan dari Bank swasta 600 makanya semua tamu kebagian, terangnya.
Nah tahun ini kata Iwan, Dinas Koprasi kena rekopusing jadi tidak ada dana, murni cuma mengandalkan bantuan Bank Sumsel dan dan Bank swasta yang lain, itupun cuma ada 600 paket sedangkan undangan kita berjumlah 1.200, artinya dari situ sudah kurang separoh, merek Bank artinya sponsor bukan berarti ada anggaran khusus, ujarnya.

Sebenarnya secara umum, acara kemarin lebih sukses dan lebih semarak dari tahun kemarin, kalau mau dicari cari kesalahan pasti ada, namanya juga acara besar dan orang banyak tidak ada yang sempurna. Sedangkan kita sedekah pribadi pasti ada omelan, ada yang kurang gula kurang itulah. Apalagi sedekah besar orangnya banyak, kata Iwan Setiawan.
” Kalau penyelenggaraan paripurna memang sekretariat DPRD, tapi untuk kegiatan kegiatan lain itu Pemda, seperti pemasangan hordeng itu Bagian Umum Pemda sedangkan urusan layar itu bagian Kominfo,” tutupnya.
Sebagaimana berita yang telah dilansir media ini sebelumnya, bahwa dihari istimewa, hari jadi Kabupaten OKU ke – 115 yang dikemas dalam rapat paripurna
di Gedung Kesenian Baturaja, Selasa 29 Juli 2025 lalu, diharapkan menjadi momen bahagia, bermakna dan berkesan bagi para tamu undangan, akan tetapi acara tersebut justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi para Kades se Kabupaten OKU.
Paslnya, para kades tidak diterima secara baik oleh pihak panitia penyelenggara, bahkan,pihak penyelenggara terkesan tidak menerapkan protokoler yang mengatur berlangsungnya tertib acara, mulai dari pengaturan tempat duduk, sehingga para kades se OKU kebingungan harus dududuk dikursi yang mana, bahkan banyak kades yang datang di HUT OKU kemarin harus gigit jari lantaran idak mendapatkan apa apa, baik berupa cindra mata,Snack maupun makan siang sehingga para kades yang merasa kecewa memutuskan pulang lebih awal meskipun acara srimoni HUT OKU belum selesai digelar. (zen)











