PALEMBANG,CAHAYAPENANEWS.COM- Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya kesetian dalam perjuangan politik. Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas di hadapan ribuan kader yang memadati Grand Ballroom Golden Sriwijaya Palembang, dalam rangka pelantikan DPW dan DPD Se Sumatera Selatan Kamis, (30/4/2026),
Sebuah pesan yang ia kaitkan langsung dengan perjalanan panjang bersama Prabowo Subianto.
“Kita bersama Pak Prabowo sudah tiga kali. Ini bukan kebetulan, tapi komitmen, kesetiaan, loyalitas terhadap cita-cita perjuangan. Berkali-kali kalah, kita tetap bertahan. Dan akhirnya menang,” tegas Zulhas.
Ia menegaskan, kemenangan bukan akhir dari perjuangan. Justru, menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan kemenangan itu berbuah hasil nyata bagi rakyat.
Zulhas pun mengaitkan perjuangan PAN dengan nilai-nilai “teologi Al Maun”, yang menitikberatkan pada keberpihakan kepada rakyat kecil.
Dalam pidatonya, Zulhas juga menyoroti capaian sektor pangan nasional. Ia mengklaim, Indonesia berhasil keluar dari ketergantungan impor beras.
“Tahun 2024 kita impor 4,5 juta ton. Tahun 2025 kita tidak impor, bahkan surplus 4,2 juta ton. Ini menggoncang dunia,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan program pembangunan 2.000 kampung nelayan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa.
“Ekonomi harus tumbuh dari desa,” katanya.
Zulhas kemudian mengingatkan kader PAN agar tetap konsisten dan militan.
“Kalau kita sudah tiga kali kalah tapi tetap setia, jangan sampai setelah menang justru tidak sukses. Kader PAN harus paling depan menyukseskan pemerintahan,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam sambutannya tampil santai namun penuh pesan politik.
Ia menyinggung suasana “biru” yang mewarnai Palembang sejak pagi hari. Baik dari kegiatan PAN maupun agenda Partai Demokrat.
“Malam ini saya pakai baju biru karena bersamaan dengan Demokrat yang juga Musda,” selorohnya.
Herman Deru juga mengungkap kedekatan emosionalnya dengan PAN. Ia mengingat dukungan partai tersebut pada Pilgub Sumsel 2018.
“PAN partai pertama yang mengusung saya. Itu tidak akan saya lupa. Kritik dari PAN terasa seperti saudara,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada Ketua DPW PAN Sumsel yang baru, Joncik Muhammad, agar tetap membumi.
“Tetaplah jadi Joncik yang dulu. Baik hati, banyak saudara, banyak teman,” pesannya.
Tak ketinggalan, Herman Deru melontarkan sinyal politik ke depan.
“Ingat 2030, gawang kosong,” ucapnya, merujuk Pilgub Sumsel mendatang yang diperkirakan tanpa petahana.
Ketua DPW PAN Sumsel, Joncik Muhammad, dalam pidato perdananya langsung memasang target tinggi. Ia optimistis PAN bisa menembus tiga besar di Sumsel pada Pemilu 2029.
“Kita rekrut kader terbaik. Kita siapkan tokoh lokal untuk DPR RI, target dua kursi dari Sumsel II dan satu kursi dari Sumsel I,” ujarnya.
Ia juga menegaskan konsolidasi partai akan segera digencarkan melalui rapat kerja wilayah (Rakerwil).
“Kalau kita satu komando, rapatkan barisan, saya yakin dengan amunisi yang ada,” katanya.
Prosesi pelantikan sendiri ditandai dengan pembacaan SK oleh Eko Hendro Purnomo, yang juga menjabat Sekjen DPP PAN.
Selanjutnya, Zulhas secara simbolis menyerahkan bendera pataka kepada Joncik sebagai tanda resmi kepemimpinan.
Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Yel-yel khas PAN menggema di seluruh ruangan, menandai soliditas kader.
Dari daerah, DPD PAN OKU turut hadir dengan sekitar 60 orang kader yang tampil kompak mengenakan jas biru, mencuri perhatian di tengah lautan massa. (Zen/Ep)