Sang Predator Oknum Pensiunun ASN Cabuli Enam Orang Anak

Baturaja, Cahara Pena News.com – RH sang predator Oknum Pensiuanan ASN di OKU mendadak jadi perbincangan hangat oleh warga Kemelak Bindung Langit. Pasalnya, oknum tersebut diduga telah mencabuli anak laki-laki dibawah umur yang kesemuanya warga Kemelak Bindung Langit.

Tak tanggung-tanggung, ada 6 orang anak laki-laki yang sudah melapor ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) OKU. Dan bahkan LPAI menduga masih banyak lagi korban-korban lainnya yang enggan melaporkan RH karena takut.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Sang-Peredator-Oknum-Pensiunun-ASN-Cabuli-Enam-Orang-Anak.jpg

Masih terlihat jelas wajah-wajah lugu yang dibalut dengan taruma berat terpancar diwajah para korban. Menurut keterangan salah satu korban, modus yang digunakan oleh RH dengan berpura-pura meminta bantuan anak dikisaran 15 tahun ke bawah untuk membantunya berkebun.

Jika RH sudah mendapatkan targetnya, maka RH akan meminta kepada korban lainnya untuk mencarikan alamat sosial media milik tergetnya. Kemudian jika sudah mendapatkan alamat fbnya, pelaku siap melancarkan aksinya dengan memberikan pesan pribadi di fb mangsanya.

Kata-kata mengajak serta rayuan terlihat jelas dari pesan yang dikirim HR, dan tentunya banyak iming-iming uang yang akan dijanjikan oleh HR kepada mangsanya. Jika perangkapnya berhasil, maka korban akan datang dan bahkan HR menjemput korban kerumahnya untuk kemudian ke kebun sewaanya dikawasan OMIBA.

Disana, setelah masuk siang hari, para korban akan diberi makan dan minum, kemudian disuruh tidur siang. Masih kata korban, setelah makan dan minum para korban langsung tertidur, seolah-olah didalam makanan dan minuman diberikan obat tidur. Sehingga dengan leluasa HR menggerayangi tubuh para korban tanpa korban menyadari.

“ Iyo pak, aku liat dio (HR.red) buka celano kawan. Waktu itu aku idak makan, soalnyo puaso, jadi tejingok aku pas dio lagi buka celano kawan aku,” terang salah satu korban.

Menurut penuturan Hasmiati, ketua LPAI OKU, semua anak korban kelainan sexsual HR dicabuli di pondok kebun sewaan HR. Namun ada salah satu korban yang sudah benar-benar kehilangan arah, tatapannya kosong, serta mengalami trauma yang sangat besar. Bahkan untuk posisi tidur terlentangpun korban sudah ketakutan

Korban tidak hanya dicabuli di pondok HR, MI juga diangkat anak oleh HR untuk dijadikan budak pelampiasan nafsunya dirumah.

“Korban diangkat menjadi anak oleh HR. Diberilakn sepada motor, hp sehingga korban tidak bisa lagi melawan. Selama enam bulan korban diperlakukan seperti istrinya sendiri oleh HR. Karena sudah dicukupi kebutuhannya korban tidka kuasa melawan HR yang selalu melampiaskan hasrat setannya,” ungkap Hasmiyati.

Tak terhitung lagi berapa kali korban diperlakukan tak senonoh oleh HR, hingga akhirnya MI tak sanggup lagi dan melaporkan kejadian yang dialami kepada orang tuanya,” Orang tua MI dan ketiga anak laiinya melapor kepada kami, setelah menerima laporan, langsung kami dampingi untuk membuat LP di Polres OKU,” ujar Hasmiati. ( Yopi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.