Merasa dibohongi, Puluhan Warga Dua Desa Demo Di Jembatan PLTU Keban Agung

BATURAJA,CAHAYAPENANEWS.COM- lantaran merasa dibohongi oleh pihak managament PLTU, Puluhan Warga Desa Keban Agung dan Warga Desa Tubohan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan berunjuk rasa di jembatan satu-satunya akses jalan penghubung ke area yang rencananya akan dibangun Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keban Agung.

Puluhan warga lokal atau warga ring satu menuntut PLTU Keban Agung agar dapat mempekerjakan mereka mulai dari proses pembangunan secara prioritas. Warga dua desa tersebut menganggap pihak PLTU telah melakukan pembohongan terhadap mereka lantaran perusahaan tersebut telah mengingkari kesepakatan awal. Menurut warga keban agung, sebelum berlangsunya pembangunan Pihak PLTU berjanji kepada warga bahwa pihak perusahaan akan mengutamakan warga lokal dalam rekrutmen tenaga kerja sebagaimana yang telah disepakati bersama waktu itu, hingga Warga Desa Keban Agung mau menjual tanahnya dengan harga yang terbilang cukup murah.

Disamping itu, wargapun berharap kedepan Keberadaan PLTU keban agung bukan hanya dapat menyerap tenaga kerja lokal, akan tetapi diharapkan pula tetap dapat memperhatikan lingkungan hidup dan lingkungan sosial sekitar.

Menurut Elvis dalam orasinya meminta pihak perusahaan dapat menepati janjinya kepada warga lokal atau warga Ring 1, ” Sesuai perjanjian, tenaga lokal yang akan di perkerjkan sebanyak 50 % di lima tahun Pertama, kita menyampaikan aspirasi dengan damai menuntut hak-hak warga untuk bekerja. Perizinan saja menurut kami belum klir, tapi kenyataan nya pihak perusahaan terus saja membangun. Saya berharap Jangan sampai ada warga yang terzolimi oleh pihak PLTU,” kata aktivis OKU ini.

Aktivis OKU Elvis Menyampaikan Ororasinya

sementara itu dalam kesempatan itu, Gunawan perwakilan PT. SSP sub kontrak rekanan PLTU keban agung mengatakan memang akan merekrut tenaga lokal,” Tapi terkait progres kita. Akses jalan nya belum rampung, jadi kami belum bisa melibatkan sepenuhnya. Tenaga kerja yang dibutuhkan masih terbilang sedikit, namun jika jalan dan jembatan sudah selesai, maka perekrutan akan kita lakukan secara masif. Kemudian masalah siring sawah, tadi sudah kita buka dengan alat dan Alhamdulillah pengairan siring sawah sudah kita perbaiki. Data yang kami terima sudah ada semua, kami tidak akan meninggal kan warga keban agung dan sekitarnya, tentu kami akan utamakan warga lokal,” ungkapnya saat berdialog dengan sepuluh perwakilan warga bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Camat Semidang Aji disaksikan unsur Muspika, Kades Keban agung dan kades Tubohan, Senin (6/2/23).

Gunawan menambahkan, sebagai langkah awal pihaknya dalam waktu dekat akan menerima sepuluh orang terlebih dahulu untuk dipekerjakan. Semuanya menurut dia harus membutuhkan proses, oleh karena itu belum bisa maksimal dikarenakan terkendala proses pembuatan jalan yang belum rampung. ” Penerimaan tenaga kerja tidak mungkin dapat dilakukan sekaligus. Yang masih diselesaikan jalan dan tapak tapaknya jadi kebutuhan tenaga kerja masih terbilang sedikit,”tambahnya.

Camat Semidang Aji Didpingi Unsur Muspika Setempat

Dikesempatan itu juga, Camat Semidang Aji Emharis Suryadi Putera, SH menekankan agar setiap PLTU yang akan menerima para pekerja harus ada rekomendasi terlebih dahulu dari kepala desa setempat,” tidak boleh lagi ada pekerja yang masuk tanpa diketahui Kepala Desa Tubohan dan Kepala Des Keban Agung. Semoga apa yang menjadi kesepakatan hari ini akan membawa kebaikan untuk masyarakat banyak. Pihak yang akan menjadi prioritas adalah warga yg mempunyai lahan, warga ring satu dan yang mempunyai jasa terhadap pembukaan PLTU. Semoga tidak akan menmerlukan waktu lama penyelesaian PLTU ini dapat terealisasikan biar ada penyerapan tenaga kerja,” imbuhnya.

Kapolsek Semidang Aji IPTU Wahyudin, SH Menyampaikan Arahan Kepada Peserta Aksi

Dikesempatan yang sama Kades Keban Agung Edi Aryoni mengatakan, bahwa memang hasil kesepakatan sebelumnya setiap perekrutan tenaga kerja harus ada rekomendasi dari dua kepala desa. Namun kenyataan nya, pihak PLTU menerima pekerja tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan kepala Desa. Saya berharap dalam penerimaan tenaga kerja bukan hanya memprioritaskan masyarakat keban agung dan tubohan akan tetapi dapat menyerap seluruh masyarakat ring satu yang terkena dampak.Mohon kedepan tetap selalu ada koordinasinya biar tidak ada kesalahpahaman,” paparnya.

Kepala Desa Tubohan Jimi Karsa
Surat Kesepakatan Bersama Antara PT.SSP dan Warga Dua Desa

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Desa Tubohan Jimi karsa mengatakan, bahwa dia tidak akan pernah berpihak kepada perusahaan, dirinya akan selalu berpihak kepada rakyat,” Jika Kades Keban Agung tidak mau berpihak lagi dengan masyarakat, maka saya akan selalu siap terdepan dalam membela kepentingan masyarakat yg menuntut hak- haknya, karena ini bukan hanya hak dua desa melainkan hak semua warga ring satu yang terkena dampak,” ujarnya

Setelah dilakukan musyarwarah mupakat antara pihak perusahan dan warga yang disaksikan unsur Muspika Kecamatan Semidang Aji, maka disetujui 8 poin kesepakatan bersama. Salah satu bunyi poin kesepakatan adalah, bahwa dalam kurun waktu dua Minggu kedepan pihak perusahaan bersedia menerima 10 tenaga kerja warga keban agung secara bertahap.

Lokasi yang akan dibangun PLTU Desa Keban Agung Kecamatan SemidangAji Kab.OKU

Pantauan media ini di area yang rencananya akan dibangun PLTU yang katanya terbesar di Provinsi Sumatera Selatan tersebut, memang belum terlihat adanya bangunan permanen PLTU yang berdiri kokoh, melainkan Kem-Kem yang telah dibangun. Nampak dari kejauhan alat-alat berat telah disiapkan guna mendukung proses pembangunan. Kegiatan sepertinya masih fokus dalam penataan persiapan lokasi. Terlihat lahan tanah merah membentang luas seluas mata memandang. Jalan yang merupakan akses menuju lokasi PLTU belum selesai dicor Beton, melainkan hanya dicor spot-spot tertentu.(Zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ypn